Jumat, 25 Februari 2011

Curriculum Vitae

Curriculum Vitae

Personal Details


Full Name
Sex
Place, Date of Birth
Nationality
Marital Status
Height, Weight
Health
Religion
Address
Mobile
E-mail
: Wanda Argadinata
: Male
: Jakarta, December 28, 1991
: Indonesia
: Single
: 163 cm, 60 kg
: Perfect
: Moslem
: st. Tapos perum Persada Depok blok b 3 no 1 Depok
: 08788099xxx
: drift.kocak@gmail.com


Educational Background

1998 - 2004
2004 - 2007
2007 - 2010
2010 - NOW
: Elementary School No.03 Kalibaru
: Junior High School No.06 Depok
: Cakra Buana Senior High School, Depok
: Economy Management at the Gunadarma University, Depok

Direct - Indirect

1. Jim satd to Susan " I had not done the exurcise
    => Jim said to Susan that he hasn't done the exurcise

Rabu, 19 Januari 2011

AKU DAN PERASAANKU

Ketika pada saat pertama kali berjumpa aku merasakan sesuatu yang berbeda
Apakah itu dinamakan jatuh cinta?
Pada saat aku ingin mendekatinya, dia berpaling dariku
Perasaanku tidak bisa dibohongi lagi untuk diungkapkan

Jalan semakin panjang aku mulai merasakan begitu kencangnya getaran di dada
Sehingga mulailah aku memberanikan diri untuk mendekatinya
Aku merasakan sesuatu yang tidak biasanya
Akhirnya aku memberanikan diri untuk mengatakan cinta

Hingga waktunya tiba dia merasakan juga cinta kepada ku
Aku merasakan senangnya disukai wanita yang ku cinta
Akan tetapi bisakah memberikan waktu yang lama untukku?
Hingga waktunya tiba ajal mulai menjemputnya
Dan aku bisa mengikhlaskan kepergiannya
Walaupun berat dihatiku untuk melepaskan kepergianmu

Untuk orang yang masih aku sayangi semoga tenang di alam sana

Selasa, 18 Januari 2011

TERSIKSA LAGI

Kala sukma menghilang akankah akan sinar kembali
Menerangi yang sedang dimabuk asmara
Yang tiada lara
Dimanakah akan ku cari pengganti dirimu
Entah dimana oh dimana oh dimana, dimana lagi
akan kucari
Mengapakah diri ini harus tersiksa lagi
Entah mengapa oh mengapa oh mengapa
tersiksa lagi

Minggu, 09 Januari 2011

PEMAHAMAN PSIKOLOGI MASYARAKAT INDONESIA SEBAGAI UPAYA MENJEMBATANI PERMASALAHAN SILANG BUDAYA

 Oleh : Endang Poerwanti **)

Lembaga Kebudayaan - Universitas Muhammadiyah Malang


Abstrak

               Permasalahan silang budaya terkait dengan paham  kultural materialisme yang mencermati permasalahan  budaya dari pola pikir dan tindakan dari  kelompok sosial tertentu.  Pola temperamen yang relatif seragam ini ditentukan oleh faktor keturunan, kebutuhan dan hubungan sosial yang terjadi di antara mereka, sehingga dalam kehidupan suatu  kebudayaan  cenderung untuk  mengulang-ulang bentuk-bentuk perilaku  tertentu, karena pola perilaku tersebut diturunkan  melalui pola asuh dan proses belajar.  Kemudian muncullah struktur kepribadian rata-rata, atau stereotipe perilaku yang merupakan ciri khas suku bangsa dan masyarakat tertentu.
             Masyarakat Indonesia yang majemuk terdiri dari berbagai budaya,  karena adanya kegiatan dan pranata khusus. Perbedaan ini justru berfungsi  mempertahankan dasar identitas diri dan integrasi sosial masyarakat tersebut.  Pluralisme masyarakat, dalam tatanan sosial,  agama dan suku bangsa, telah ada sejak nenek moyang, kebhinekaan budaya yang dapat hidup berdampingan, merupakan kekayaan dalam khasanah budaya Nasional, bila identitas budaya dapat bermakna dan  dihormati, bukan untuk kebanggaan dan sifat egoisme kelompok, apalagi diwarnai kepentingan politik. Permasalahan silang budaya dapat terjembatani  dengan membangun kehidupan multi kultural yang sehat ; dilakukan dengan  meningkatkan toleransi dan apresiasi antarbudaya. Yang dapat diawali dengan pengenalan ciri khas budaya tertentu,  terutama psikologi  masyarakat yaitu pemahaman pola perilaku masyarakatnya. Juga peran media komunikasi, untuk melakukan sensor secara substantif dan distributif, sehingga dapat menampilkan informasi apresiatif terhadap budaya masyarakat lain.
             Pendidikan sebagai proses humanisasi menekankan pembentukan makhluk sosial yang mempunyai otonomi moral dan  sensivitas /kedaulatan  budaya, yaitu manusia yang bisa mengelola konflik, menghargai kemajemukan, dan permasalahan silang budaya. Toleransi budaya di lembaga pendidikan dapat diupayakan lewat pergaulan di sekolah dan muatan bidang studi,  transformasi budaya harus dipandu secara pelan-pelan, bukan merupakan revolusi yang dipaksakan.






PROSES MIMPI

Dalam aliran ilmu psikologi yang disebut psikoanalisa, mimpi adalah penyaluran dari emosi atau perasaan yang ditekan saat kita masih terbangun. Menurut Freud yang juga tokoh pendiri dari psikoanalisa, kualitas mimpi berhubungan erat dengan kondisi emosi sebelum tidur. Kalau kita lagi ketakutan dengan ulangan matematika untuk besok, bisa bermimpi ketemu hantu atau menangis karena tidak bisa mengerjakan ulangan itu.
Mimpi muncul dalam tahap tidur yang disebut rapid eye movement atau biasa singkat REM. REM terjadi setelah ada empat tahap yang terjadi berulana-ulang, dan disebut tahap non REM. Empat tahap ini dimulai dari saat kita mulai mengantuk sampai tidur nyenyak dan kira-kira makan waktu 90-120 menit. Di tahap REM, mimpi muncul akibat aktifitas otak yang tetap berjalan sementara bagian tubuh lain tetap tidur. Supaya badan tidak ikutan bergerak saat kita bermimpi, gelombang otak ke arah bawah bakal terhambat di syaraf tulang belakang dan menghambat semua aktifitas tubuh kecuali bola mata.

BELAS KASIHAN

Dlam cinta sesama dipergunakan istilah belas kasihan. Karena cinta disini bukan karena cakapnya, kayanya, cantiknya, pandainya, melainkan karena penderitaannya. Penderitaan ini mengandung arti luas. Mungkin tua, sakit-sakitan, yatim, yatim piatu, penyakit yang dideritanya, dan sebaginya.
Jadi kata kasihan atau rahmah berarti bersimpati kepada nasib atau keadaan yang diderita orang lain. Kemudian apa bedanya Rahmah dan Rahman? kalau Rahman ada unsur memberi. Misalnya seseorang memusuhi kita, tetapi kita tidak membalasnya, malahan kita jadikan dia sebagai teman baik.. Jadi pengeryian Rahmah adalah kita menruh perhatian (simpati) terhadap penderitaan orang lain, lalu kita menunjukkan jalan keluar kepadanya. Tetapi kalau kita menaruh rasa simpati kepada orang yang tidak dalam kesulitan, sehingga menyebabkan rusak (menjerumuskan), maka hal itu disebut memanjakan.
Dlam surat Al-Qolam ayat 4, maka manusia menaruh belas kasihan kepada orang lain, karena belas kasihan adalah perbuatan orang yang berbudi. Sedangkan orang yang berbudi sangat dipujikan oleh Allah SWT.
Perbuatan atau sifat menaruh belas kasihan adalah orang yang berakhlak. Manusia mempunyai potensi untuk berbelas kasihan. Masalahnya sanggupkah dia menggugah potensi belas kasihannya itu. Bila orang lain itu tergugah hatinya maka berarti orang berbudi dan terpujilah oleh Allah SWT.